<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<!DOCTYPE article PUBLIC "-//NLM//DTD JATS (Z39.96) Journal Archiving DTD v1.0 20120330//EN" "JATS-journalarchiving.dtd">
<article xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:ali="http://www.niso.org/schemas/ali/1.0">
  <front>
    <article-meta>
      <title-group>
        <article-title>Effect of Implementation of Procurement of Goods/Services through E-Procurement and Internal Control on Fraud Prevention in Sidoarjo Regency</article-title>
        <subtitle>Pengaruh Penerapan Pengadaan Barang/Jasa melalui E-Procurement dan Pengendalian Internal terhadap Pencegahan Fraud di Kabupaten Sidoarjo</subtitle>
      </title-group>
      <contrib-group content-type="author">
        <contrib id="person-50b7a56b5063ea4ace6266750a88af50" contrib-type="person" equal-contrib="no" corresp="no" deceased="no">
          <name>
            <surname>Laras</surname>
            <given-names>Putri</given-names>
          </name>
          <email>larasp772@gmail.com</email>
          <xref ref-type="aff" rid="aff-1" />
        </contrib>
        <contrib id="person-4826527de4347dc080e9f121260b4eaf" contrib-type="person" equal-contrib="no" corresp="no" deceased="no">
          <name>
            <surname>Rahmawati</surname>
            <given-names>Imelda Dian</given-names>
          </name>
          <email>imeldadian@umsida.ac.id</email>
          <xref ref-type="aff" rid="aff-2" />
        </contrib>
      </contrib-group>
      <aff id="aff-1">
        <country>Indonesia</country>
      </aff>
      <aff id="aff-2">
        <country>Indonesia</country>
      </aff>
      <history>
        <date date-type="received" iso-8601-date="2022-08-25">
          <day>25</day>
          <month>08</month>
          <year>2022</year>
        </date>
      </history>
      <abstract />
    </article-meta>
  </front>
  <body id="body">
    <sec id="sec-1">
      <title>Pendahuluan</title>
      <p id="_paragraph-14">Di dalam masa sekarang ini, banyak sekali orang-orang yang melakukan kecurangan dengan istitalah dalam akuntansi adalah <italic id="_italic-20">Fraud</italic>.<italic id="_italic-21"> Fraud</italic> merupakan perilaku tidak etis disengaja yang dilakukan seseorang baik secara langsung ataupun tidak langsung yang dimana perbuatan tersebut dapat merugikan pihak lain walaupun pencegahan kecurangan sudah diterapkan, tidak dapat dipungkiri bahwa tindakan kecurangan terjadi misalnya pada sektor pengadaan barang dan jasa. Menurut Pimpinan KPK Alexander Marwata, Korupsi di ruang lingkup Pemerintahan merupakan korupsi paling banyak terjadi melalui pengadaan barang dan jasa. Berdasarkan dari data KPK, pimpinan KPK Alexander Marwata menyebutkan 80% terkait korupsi pada Pengadaan barang dan Jasa dimulai dari perencanaan proyek pesananBerdasarkan data diatas oleh KPK, banyaknya jumlah perkara kecurangan yang paling parah terjadi pada sektor Penyuapan yakni total kasus dari tahun 2014 sampai dengan tahun 2018 yaitu terdapat 564 kasus, dan disusul pada sektor pengadaan barang dan jasa dengan total kasus 188 dalam tahun 2014 sampai dengan tahun 2018. Jika dilihat dari tahun ke tahun pada tahun 2014-2017 grafik menunjukkan fluktuatif sebanyak 1 kasus dan pada tahun 2018 grafik meningkat sebanyak 2 kasus sehingga total menjadi 17 kasus. Jumlah tersebut meningkat dibanding dengan tahun sebelumnya. Jika dibiarkan kecurangan ini terjadi tentu berbahaya bagi pemerintahan ataupun organisasi. Jika sebuah praktek kecurangan terdapat di dalam suatu pemerintahan akan mengakibatkan pemerintahan tersebut kacau, reputasi organisasi menjadi hancur, organisasi akan rugi, maupun kerugian keuangan akan terjadi. Pemain kecurangan melakukan kecurangan secara sadar atau disengaja untuk mendapatkan suatu keuntungan dari keperluan pribadi maupun golongan. Menurut Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 16 Tahun 2018 tentang pengadaan barang dan jasa pemerintah merupakan suatu kegiatan proses Pengadaan Barang dan Jasa pemerintah oleh Kementrian Lembaga Perangkat Daerah dibiayai oleh APBN/APBD yang prosesnya sejak identifikasi kebutuhan sampai dengan serah terima hasil pekerjaan. Sistem E-Proucement merupakan suatu sistem yang didalamnya mencakup suatu pengadaan barang/jasa secara elektronik melalui internet di Indonesia yang dapat dipercaya sebagai alat untuk mewujudkan good goverment dan pelayanan publik di Indonesia, selain itu belanja modal pada Pengadaan barang/Jasa secara elektronik akan menigkatkan transparansi dan akuntabilitas, meningkatkan akses pasar dan persaingan usaha yang sehat serta memeningktakan efisiensi dan mencegah terjadinya kecurangan pada pembelian belanja modal. Dalam mencegah terjadinya <italic id="_italic-22">Fraud</italic> dalam pengadaan barang dan jasa pemerintah <italic id="_italic-23">e-procurement</italic> merupakan salah satu pendekatan terbaik menurut [1] dan pernyataan tersebut di dukung oleh pernyataan [2] <italic id="_italic-24">E-procurement</italic> dapat menjadi sebuah instrument untuk mengurangi terjadinya tindakan curang (<italic id="_italic-25">fraud</italic>) karena dengan melalui <italic id="_italic-26">e-procurement</italic>, lelang menjadi transparan sehingga akan timbul usulan-usulan yang lebih masuk akal dengan di imbangi dengan melakukan pengendalian internal yang baik dan tepat.</p>
    </sec>
    <sec id="sec-2">
      <title>Metode Penelitian</title>
      <p id="heading-f15a9f234f75633c0f503555831d4316">A. Pendekatan Penelitian</p>
      <p id="_paragraph-15">Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif yang memusatkan pada pada pengujian hipotesis [3]. Karena tujuan penelitian ini sendiri untuk membuktikan pengaruh dari penerapan belanja modal pengadaan barang/jasa melalui e-procurement dan pengendalian internal terhadap pencegahan fraud.</p>
      <p id="paragraph-197e4b483c534c77ef720e9924e2f186">B. Rerangka Konseptual</p>
      <p id="paragraph-0056941c06655c87ec6e90ed6c2605c1">
        <italic id="italic-7448ac73229891c963a2d4e1254773e0">Supplementary Files</italic>
      </p>
      <p id="_paragraph-16"><bold id="bold-6cd531fbdce3c298f1f93b375932cc3c">Gambar 1.</bold> Rerangka Konseptual</p>
      <p id="paragraph-a95a41beb66844a26715400606df7832">C. Populasi dan Sampel</p>
      <p id="_paragraph-17">Populasi yang digunakan dalam penelitian ini adalah Pegawai di Sekretariat Daerah Kabupaten Sidoarjo yang berjumlah 155 pegawai. Sedangkan Sampel yang digunakan dalam penelitian ini dipilih dengan menggunakan metode purposive sampling sejumlah 36 pegawai pada bagian pengadaan barang/jasa Sekretariat Kabupaten Sidoarjo.</p>
      <p id="paragraph-c04d177bd461ea81debce949adf79273">D. Teknik Pengumpulan Data</p>
      <p id="_paragraph-18">Penelitian ini menggunakan teknik pengumpulan data primer. Teknik dalam pengumpulan data primer ini dilakukan dengan menggunakan kuesioner. Penelitian ini peneliti menggunakan skala Likert (Likert’s Summated Ratings). Skala Likert digunakan untuk mengukur sikap, pendapat, dan persepsi seseorang atau sekelompok orang tentang fenomena sosial [4].</p>
      <p id="paragraph-16016c17f2beff8d071b78901b8118f8">E. Teknis Analisis Data</p>
      <p id="paragraph-15216c21ff11262dcb8ebb0df56ddf92">1. Uji Validitas</p>
      <p id="_paragraph-19">Dalam penelitian ini, uji validitas dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui valid atau tidaknya suatu butir atau suatu variabel. Variabel suatu butir atau variabel yang diketahui dengan jalan membandingkan Corrected-Item-Total Correlation yang diperoleh atau hitung dengan 0,30 (alphacrobach), dengan begitu setiap pertanyaan dikatakan valid terhadap indikator [5].</p>
      <p id="paragraph-c0e6f21218aaf36b7034446bb5fb958e">2. Uji Reliabilitas</p>
      <p id="_paragraph-20">Uji reliabilitas adalah alat yang digunakan dalam pengukuran kuisioner yang merupakan indikator dari suatu variabel. Suatu kuisioner dikatakan akurat apabila jawaban seseorang tetap konsisten atau stabil dari satu ke yang lain. Pengambilan keputusan dalam uji reliabilitas apabila variabel dikatakan baik atau positif signifikan jika memiliki nilai Crounbach’s Alpha &gt; 0,60 [6].</p>
      <p id="paragraph-f5badda6669cfe7bf64082ca90f04d87">F. Pengujian Hipotesis</p>
      <p id="paragraph-0c3881f340d12dfb3d36a6b135d7e6fa">1. Analisis Regresi Linier Berganda</p>
      <p id="_paragraph-21">Penelitian ini menggunakan regresi linier berganda yang dimana untuk mengetahui adanya hubungan antara variabel yang dinilai sebagai variabel bebas dengan variabel terikat yang melibatkan lebih dari dua variabel [7].</p>
      <p id="paragraph-1eed4a46d6e1ba288073e24db118b666">2. Nilai koefisien korelasi (R)</p>
      <p id="_paragraph-22">Menurut [7] Nilai koefisien korelasi dapat dikatakan positif apabila hubungan antar variabel bebas dan variabel terikat adalah berbanding lurus atau semakin mendekati nilai 1 (satu). Sebaliknya, nilai koefisien korelasi dapat dikatakan negative apabila hubungan antara kedua variabel yang terjadi adalah berbanding terbalik atau nilainya semakin mendekati niali -1 (minus satu).</p>
      <p id="paragraph-e6bd56413693e00ecda7fb0197690dd6">3. Nilai Koefisien Determinasi (R<sup id="superscript-1">2</sup>)</p>
      <p id="_paragraph-23">Nilai koefisien determinasi merupakan suatu ukuran yang menunjukkan besar sumbangan dari variabel penjelas terhadap variabel respon. Dengan kata lain, keberadaannya berfungsi untuk mengukur tingkat proporsi variabel Y (dependen/terikat) yang diperjelas oleh variabel X (independen/bebas) yang variabelnya lebih dari 1 (satu) [7].</p>
      <p id="paragraph-f32d9bb3533090f61291aef3996eb865">4. Uji Parsial (T)</p>
      <p id="_paragraph-24">Pengujian ini dilakukan oleh peneliti dengan melihat metode membandingkan antara t hitung dengan t tabel yakni dengan melihat kolom signifikan pada masing-masing t hitung. Berdasarkan nilai signifikan hasil output SPSS :</p>
      <list list-type="bullet" id="list-8c273bb85f503b154b02041ee1d8e0c5">
        <list-item>
          <p>Jika nilai Sig &lt; 0,05 maka variabel bebas berpengaruh signifikan terhadap variabel terikat.</p>
        </list-item>
        <list-item>
          <p>Jika nilai Sig &gt; 0,05 maka variabel bebas tidak berpengaruh signifikan terhadap variabel terikat.</p>
        </list-item>
      </list>
      <p id="paragraph-6442bc94e7a5eff0e8c85003b0fe1ab8">5. Uji F</p>
      <p id="_paragraph-25">Uji F digunakan untuk menguji apakah secara simultan <italic id="_italic-27">e-procurement</italic> dan pengendalian internal secara dignifikan mempengaruhi pencegahan<italic id="_italic-28"> fraud</italic>. Terdapat beberapa kriteria untuk pengambilan hipotesis terhadap uji F sebagai berikut :</p>
      <list list-type="bullet" id="list-ae361dce59419ade0d3bb61a61b5919d">
        <list-item>
          <p>Ha diterima, apabila F<sub id="_subscript-3">Hitung</sub> &gt; F<sub id="_subscript-4">Tabel</sub></p>
        </list-item>
        <list-item>
          <p>Ha ditolak, apabila F<sub id="_subscript-5">Hitung</sub> &lt; F<sub id="_subscript-6">Tabel</sub></p>
        </list-item>
      </list>
    </sec>
    <sec id="sec-3">
      <title>Hasil dan Pembahasan</title>
      <p id="heading-85083429c64db34d10275dbcde59c4de">A. Hasil Olah Data</p>
      <p id="_paragraph-26">Kuesioner yang disebarkan sebanyak 36 kuesioner ke pegawai bagian pengadaan barang/jasa di Sekretariat Daerah Kabupaten Sidoarjo. Dan setelah dilakukan persiapan pengolahan, sebanyak 1 kuesioner diputuskan tidak digunakan dalam analisa karena pengisian kuesioner kurang lengkap. Gambaran selengkapnya mengenai proses penyebaran dan penerimaan kuesioner dapat dilihat pada tabel berikut :</p>
      <p id="paragraph-4882b57ab4d8b2a6400b7aa6e3ebe0dc">
        <italic id="italic-26827d01349399c793371b37d63af787">Supplementary Files</italic>
      </p>
      <p id="paragraph-e4c7ef4bd34bc774d3fbad55feed03ab"><bold id="bold-458de8226074aa9115e6d52da0b4e00b">Gambar 2.</bold> Tingkat Pengembalian Kuisioner</p>
      <p id="_paragraph-29">Sumber : Data Primer yang diolah</p>
      <p id="_paragraph-30">Berdasarkan data yang diperoleh dari 35 responden, berikut ini dipaparkan mengenai jumlah responden berdasarkan jenis kelamin dan status pegawai. Berikut ini deskripsi gambaran responden yaitu pegawai bagian pengadaan barang/jasa Sekretariat Daerah Kabupaten Sidoarjo.</p>
      <p id="_paragraph-31">
        <italic id="italic-4c3b8c6c2353337f92431d5299fa7fe8">Supplementary Files</italic>
      </p>
      <p id="paragraph-7408cdb85f906d0dfdb1eb6c33ab670e"><bold id="bold-975bcca5aed2c21157efb9b60569bb20">Gambar 3.</bold> Karakteristik Responden Berdasarkan Jenis Kelamin</p>
      <p id="_paragraph-33">Sumber : Hasil Output SPSS versi 18.0</p>
      <p id="_paragraph-34">Pada tabel 2 menunjukkan bahwa responden laki-laki lebih banyak dari responden perempuan. Persentase responden laki-laki sebesar 77,1 % sedangkan responden perempuan 22.9%.</p>
      <p id="_paragraph-35">
        <italic id="italic-ef01a65787420b331b2935368a8da8dd">Supplementary Files</italic>
      </p>
      <p id="paragraph-9bbf78ffc4989e0cf17491c41263d590"><bold id="bold-3f61a1e33886c3a8accf74e910e3e04a">Gambar 4.</bold> Karakteristik Responden berdasarkan status Pegawai</p>
      <p id="_paragraph-37">Sumber : Hasil Output SPSS versi 18.0</p>
      <p id="_paragraph-38">Pada tabel 3 menunjukkan bahwa responden berstatus pegawai lebih banyak. Hal itu dibuktikan dengan persentase berstatus pegawai sebesar 88,6% sedangkan yang berstatus kontrak sebesar 11,4%.</p>
      <p id="_paragraph-39">
        <italic id="italic-42eeacffc53e5bf656df26a52c33227d">Supplementary Files</italic>
      </p>
      <p id="paragraph-ca0bda430f868043224886d23c75d186"><bold id="bold-23ed00e8bbbb5f6ffd106f0e9b6f674b">Gambar 5.</bold> Hasil Uji Validitas Dan Reliabilitas <italic id="_italic-29">E-Procurement</italic> (X1)</p>
      <p id="_paragraph-41">Sumber : Data diolah melalui SPSS versi 18.0</p>
      <p id="_paragraph-42">Berdasarkan hasil uji validitas dari 11 pernyataan yang terdapat dalam kuesioner yang disebarkan, item kuisioner dinyatakan valid karena r hitung untuk semua item pernyataan lebih dari 0,3. Sedangkan uji reliabilitas menunjukkan bahwa diperoleh nilai <italic id="_italic-30">Cronbach Alpha</italic> pernyataan X1 yaitu 0,817 lebih besar dari 0,60 maka dapat dikatakan bahwa pernyataan variabel X1 reliabel.</p>
      <p id="_paragraph-43">
        <italic id="italic-3002dec215dd5d59d55d27ecde51645f">Supplementary Files</italic>
      </p>
      <p id="paragraph-41d6de95e9ed6c7dd997db44f47034c0"><bold id="bold-3538eccfe0bca075266b522ec5ff5f24">Gambar 6.</bold> Hasil Uji Validitas dan Reliabilitas Pengendalian Internal (X2)</p>
      <p id="_paragraph-45">Sumber : Data diolah melalui SPSS versi 18.0</p>
      <p id="_paragraph-46">Berdasarkan hasil uji validitas dari 10 pernyataan yang terdapat dalam kuesioner yang disebarkan, item kuisioner dinyatakan valid karena r hitung untuk semua item pernyataan lebih dari 0,3. Sedangkan uji reliabilitas menunjukkan bahwa diperoleh nilai <italic id="_italic-31">Cronbach Alpha</italic> pernyataan X2 yaitu 0,850 lebih besar dari 0,60 maka dapat dikatakan bahwa pernyataan variabel X2 reliabel.</p>
      <p id="_paragraph-47">
        <italic id="italic-9f326804144e178cec68f42825d4594b">Supplementary Files</italic>
      </p>
      <p id="paragraph-e238e93ac0d880585b33c8a0d75f73de"><bold id="bold-99b69777c94acdbcf7513f4cd9f238c4">Gambar 7. </bold>Hasil Uji Koefisien Regresi</p>
      <p id="_paragraph-50">Sumber : Data diolah melalui SPSS versi 18.0</p>
      <p id="_paragraph-51">Uji regresi linear berganda digunakan untuk mengetahui pengaruh antara variabel independen (X) dan variabel dependen (Y). Dari hasil analisis menggunakan software SPSS versi 18 diatas maka persamaan regresi menjadi seperti berikut :</p>
      <p id="_paragraph-52">Y = -12,236 + 0,035 X1 + 0,459 X2</p>
      <p id="_paragraph-53">Dari hasil persamaan tersebut diatas, maka dapat diartikan bahwa :</p>
      <p id="_paragraph-54">
        <italic id="italic-a2f163480a1f3a4b5c59b35508252178">Supplementary Files</italic>
      </p>
      <p id="paragraph-ac9fdf7162fefa233381685d25677668"><bold id="bold-88c44638a7161121a015290c4529b49d">Gambar 8. </bold>Hasil Uji Koefisien Korelasi</p>
      <p id="_paragraph-56">Pada tabel diatas diketahui bahwa nilai koefisien korelasi (R) adalah 0,801 atau mendekati 1. Artinya terdapat hubungan yang kuat dan searah antara variabel bebas yang meliputi <italic id="_italic-33">E-Procurement</italic> (X1), Pengendalian Internal (X2) dengan variabel terikat yaitu Pencegahan Fraud (Y). dan jika variabel bebas yang meliputi <italic id="_italic-34">E-Procurement</italic> (X1), Pengendalian Internal (X2) ditingkatkan, maka variabel terikat yaitu Pencegahan Fraud (Y) juga akan meningkat, demikian pula sebaliknya.</p>
      <p id="_paragraph-57">
        <italic id="italic-6af53cee470dbb1dfc249543bea964f5">Supplementary Files</italic>
      </p>
      <p id="paragraph-4f5fbbd2f2241e2357ebc10f5b47135a"><bold id="bold-6bfccb04700ff8de632054be3f7bc4b6">Gambar 9. </bold>Hasil Uji Koefisien Determinasi R Square (R<sup id="_superscript-6">2</sup>)</p>
      <p id="_paragraph-59">
        <italic id="italic-a2c520a3bbc6dfc3200e02617b59c60a">Supplementary Files</italic>
      </p>
      <p id="paragraph-9b09e321dcd72620111d256b5307724c"><bold id="bold-bc1a43e70862adbcfe155300cad71dc4">Gambar 10. </bold>Hasil Uji T</p>
      <p id="_paragraph-61">Sumber : Data diolah melalui SPSS versi 18.0</p>
      <p id="_paragraph-62">Pada uji hipotesis ini menggunakan uji t digunakan untuk mengukur tingkat pengaruh signifikansi secara sendiri antara variabel bebas terhadap variabel terikat. Dari hasil perhitungan menggunakan <italic id="_italic-35">software</italic> SPSS versi 18 pada tabel <italic id="_italic-36">Coefficients</italic> diperoleh nilai variabel E-Procurement adalah 0,265 dan Pengendalian Internal adalah 7,380. Adapun pengujian t adalah sebagai berikut :</p>
      <p id="_paragraph-63">Dengan df = n - k = 35 - 2 = 33 sehingga diperoleh t<sub id="_subscript-7">tabel </sub>sebesar 2,034. Berdasarkan uji t dapat dijelaskan sebagai berikut :</p>
      <list list-type="bullet" id="list-74623af7aee9faf8b31dd53018b9f2de">
        <list-item>
          <p>Berdasarkan hasil uji t yang dilakukan pada variabel <italic id="_italic-37">E-Procurement</italic>(X<sub id="_subscript-8">1</sub>) diperoleh nilai t<sub id="_subscript-9">hitung</sub> sebesar 0,265. Sehingga nilai t<sub id="_subscript-10">hitung </sub>ini lebih kecil daripada nilai t<sub id="_subscript-11">tabel </sub>yaitu 2,034. Nilai signifikansi yang diperoleh sebesar 0,792 &gt; 0,05. Karena (t<sub id="_subscript-12">hitung</sub> &lt; t<sub id="_subscript-13">tabel</sub> = 0,265 &lt; 2,034) dan (sig &gt; α = 0,792 &lt; 0,05) maka maka Ho diterima dan Ha ditolak artinya terdapat tidak ada pengaruh Penerapan belanja pengadaan barang/jasa melalui <italic id="_italic-38">e-procurement</italic> (X<sub id="_subscript-14">1</sub>) terhadap Pencegahan Fraud (Y).</p>
        </list-item>
        <list-item>
          <p>Berdasarkan hasil uji t yang dilalukan pada variabel Pengendalian Internal (X<sub id="_subscript-15">2</sub>) diperoleh nilai t<sub id="_subscript-16">hitung</sub> sebesar 7,380. Sehingga nilai t<sub id="_subscript-17">hitung </sub>ini lebih besar daripada nilai t<sub id="_subscript-18">tabel </sub>yaitu 2,034. Nilai signifikansi yang diperoleh sebesar 0,000 &lt; 0,05. Karena (t<sub id="_subscript-19">hitung</sub> &gt; t<sub id="_subscript-20">tabel</sub> = 7,380 &gt; 2,034) dan (sig &lt; α = 0,000 &lt; 0,05) maka Ho ditolak dan Ha diterima artinya terdapat pengaruh Pengendalian Internal (X<sub id="_subscript-21">2</sub>)) terhadap Pencegahan Fraud (Y).</p>
        </list-item>
      </list>
      <p id="_paragraph-64">
        <italic id="italic-d51645a20fdf040f3ed481b7f82deb78">Supplementary Files</italic>
      </p>
      <p id="paragraph-979013a119636afad7020181d9467c53"><bold id="bold-9a62f6b209cfa2b7215000ddcc5eca5f">Gambar 11. </bold>Hasil Uji Simultan (F)</p>
      <p id="_paragraph-66">Uji F digunakan untuk menguji apakah secara simultan <italic id="_italic-39">e-procurement</italic> dan pengendalian internal secara dignifikan mempengaruhi pencegahan<italic id="_italic-40"> fraud</italic><italic id="_italic-41">.</italic> Berdasarkan tabel 10. Dapat diketahui bahwa nilai koefisien regresi F sebesar 28,716. Nilai F tabel sebesar 3,28 sehingga nilai F hitung lebih besar dari F tabel (28,716 &gt; 3,28) maka dapat dikatakan bahwa penerapan pengadaan barang/jasa melalui e-procurement dan pengendalian internal memiliki pengaruh secara simultan terhadap pencegahan <italic id="_italic-42">Fraud</italic></p>
      <p id="_paragraph-67">B. Pembahasan</p>
      <p id="_paragraph-68">Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa penerapan pengadaan barang/jasa melalui e-procuremnet tidak berpengaruh terhadap pencegahan Fraud. Berdasarkan hasil uji t pada tabel 9. Yang menunjukan (t<sub id="_subscript-22">hitung</sub> &lt; t<sub id="_subscript-23">tabel</sub> = 0,265 &lt; 2,034) nilai t<sub id="_subscript-24">hitung </sub>ini lebih kecil daripada t<sub id="_subscript-25">tabel</sub>, dan (sig &gt; α = 0,792 &gt; 0,05) maka Ho diterima dan Ha ditolak yang artinya bahwa penerapan pengadaan barang/jasa melalui e-procurement tidak berpengaruh terhadap pencegahan fraud. Hasil penelitian konsisten dengan hasil penelitian [8]yang menyatakan bahwa terdapat beberapa tahapan e-procurement yang tidak berpengaruh terhadap pencegahan fraud. Begitu pula dengan penelitian yang diteliti oleh [9] yang menyatakan pengadaan barang/jasa melalui e-procurement tidak berpengaruh secara parsial terhadap pencegahan fraud.</p>
      <p id="_paragraph-69">Sedangkan untuk variabel ketersediaan teknologi informasi menunjukkan bahwa variabel Ketersediaan Teknologi Informasi diperoleh pengendalian internal berpengaruh terhadap pencegahan fraud. Berdasarkan hasill uji pada tabel 4. Yang menunjukkan (t<sub id="_subscript-26">hitung</sub> &gt; t<sub id="_subscript-27">tabel</sub> = 7,380 &gt; 2,034) nilai t<sub id="_subscript-28">hitung </sub>ini lebih besar daripada nilai t<sub id="_subscript-29">tabel </sub>yaitu 2,034 dan (sig &lt; α = 0,000 &lt; 0,05), maka Ho ditolak dan Ha diterima. Hal ini menunjukkan bahwa pengendalian internal berpengaruh secara parsial terhadap pencegahan Fraud. Hasil penelitian ini konsisten dengan hasil penelitian [10] yang menyatakan bahwa pengendalian internal berpengaruh terhadap Pencegahan Fraud. Begitu pula dengan penelitian yang diteliti oleh [9] yang menyatakan bahwa pengendalian internal berpengaruh secara parsial terhadap fraud.</p>
      <p id="_paragraph-70">Berdasarkan hasil dari uji F yang telah dilakukan oleh seluruh variabel independen berpengaruh terhadap variabel dependen. Penjelasan ini dapat dilihat pada tabel 4.10 yang menunjukkan hasil (28,716 &gt; 3,28) maka dapat dikatakan bahwa penerapan pengadaan barang/jasa melalui e-procurement dan pengendalian internal memiliki pengaruh secara simultan terhadap pencegahan Fraud. Besarnya pengaruh variabel independen secara simultan dapat dilihat pada tabel 8. Hasil yang didapat dari koefisien determinasi adjusted R square sebesar 0,642 atau 64,2 %. Hal ini berarti 64,2 variabel pencegahan fraud dapat dijelaskan oleh ke dua variabel independen yaitu e-porcurement dan pengendalian internal. Sedangkan sisanya dijelaskan oleh sebab lain diluar variabel tersebut misalnya kesadaran pada setiap individu maupun kualitas Sumber Daya Manusia yang ada di dalamnya. Hasil pnelitian ini sesuai dengan penelitian sebelmnya yang telah dilakukan [11] yang menyatakan bahwa e-procurememt dan pengendalian internal berpengaruh seacara simultan terhadap pencegahan fraud. Begitu pula dengan penelitian [9] yang menyatakan e-procurement dan pengendalian internal berpengaruh secara simultan terhadap pencegahan fraud</p>
    </sec>
    <sec id="sec-4">
      <title>Kesimpulan</title>
      <p id="_paragraph-71">Dari hasil analisis dan pembahasan yang telah diuraikan maka dapat ditarik kesimpulan bahwa Pengadaan Barang/jasa melalui<italic id="_italic-43"> E-Procuremnt</italic> tidak pengaruh secara parsial- terhadap pencegahan <italic id="_italic-44">Fraud .</italic> Hal tersebuat dapat ditunjukkan bahwa didalam penerapn pengadaan barang/jasa melalui e-procurement belum dilakukan secara maksimal di Layanan Pengadaan Barang/Jasa Kabupaten Sidoarjo dikarenakan ada beberapa metode penerapan yang belum diterapkan Sedangkan Pengendalian Internal berpengaruh secara parsial terhadap Pencegahan <italic id="_italic-45">Fraud.</italic> Hasil ini dapat diartikan bahwa jika tingkat pengendalian internal yang diterpan tinggi maka semakin tinggi juga tingkat pencegahan Fraud dan begitu juga sebaliknya semakin rendah tingkat Pengendalian Internal maka semakin rendah pula tingkat pencegahan terhadap Fraud. Dan untuk penerapan Penerapan Pengadaan barang dan jasa melalui <italic id="_italic-46">e-procurement</italic> dan pengendalian internl secara simultan berpengaruh terhadap pencegahn Fraud. Hal ini ditunjukkan bahwa semakin tinggi <italic id="_italic-47">e-procurement</italic> dan pengendalian internal akan meningkatkan pencegahan fraud pada sekretariat Daerah Kabupaten Sidoarjo</p>
    </sec>
  </body>
  <back />
</article>