<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<!DOCTYPE article PUBLIC "-//NLM//DTD JATS (Z39.96) Journal Archiving DTD v1.0 20120330//EN" "JATS-journalarchiving.dtd">
<article xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:ali="http://www.niso.org/schemas/ali/1.0">
  <front>
    <article-meta>
      <title-group>
        <article-title>Pola Komunikasi Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Pada Masyarakat Dusun Tlocor</article-title>
        <subtitle>Communication Patterns of Tourism Awareness Groups (Pokdarwis) in the Dusun Tlocor Community</subtitle>
      </title-group>
      <contrib-group content-type="author">
        <contrib id="person-f3711453352ecf1ffb1fe93d59b6ff74" contrib-type="person" equal-contrib="no" corresp="no" deceased="no">
          <name>
            <surname>Andrian</surname>
            <given-names>Denta Yoga</given-names>
          </name>
          <email>dyandrian97@gmail.com</email>
          <xref ref-type="aff" rid="aff-1" />
        </contrib>
        <contrib id="person-fe0612dca34d8c9d7b5229d30191197e" contrib-type="person" equal-contrib="no" corresp="no" deceased="no">
          <name>
            <surname>Rochmaniah</surname>
            <given-names>Ainur</given-names>
          </name>
          <email>ainur@umsida.ac.id</email>
          <xref ref-type="aff" rid="aff-2" />
        </contrib>
      </contrib-group>
      <aff id="aff-1">
        <country>Indonesia</country>
      </aff>
      <aff id="aff-2">
        <country>Indonesia</country>
      </aff>
      <history>
        <date date-type="received" iso-8601-date="2023-06-20">
          <day>20</day>
          <month>06</month>
          <year>2023</year>
        </date>
      </history>
      <abstract />
    </article-meta>
  </front>
  <body id="body">
    <sec id="heading-3b820ea9f640d82ce86783517b786af4">
      <title>
        <bold id="bold-3aea9fbb7cab7b8a74569b1f0349759e">PENDAHULUAN</bold>
      </title>
      <p id="_paragraph-13">Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), konsep pariwisata adalah berwisata bersama, bertamasya atau piknik. Tujuan traveling adalah untuk menimba ilmu, bersenang-senang, menyegarkan diri dan lain sebagainya. Wisata sendiri memiliki jenis dan jenis yang berbeda-beda. Meskipun konsep pariwisata biasanya dikaitkan dengan perjalanan waktu luang, pariwisata, perjalanan, dll. Pariwisata juga merupakan sebuah perjalaanan dengan tujuan untuk mendapatkan sebuah kenikmatan, mencari kepuasan, mengetahui sesuatu, memperbaiki kesehatan dan lain-lain [1]. </p>
      <p id="_paragraph-14">Menurut H. Kodhyat, pariwisata adalah suatu perjalanan dari satu tempat ke tempat lainnya yang bersifat sementara, dilakukan oleh perorangan maupun kelompok, sebagai usaha mencari keserasian, kebahagiaan dengan lingkungan hidup dalam dimensi budaya, alam dan ilmu [2]</p>
      <p id="_paragraph-15">Awal terbentuknya Pulau Lusi yaitu akibat pembuangan lumpur lapindo yang berakhir dan bermuara di ujung sungai Porong lalu kemudian mengalami pengendapan. Hasil pengerukan endapan sedimen lumpur seluas +94 ha ini membentuk suatu hamparan lumpur yang mengering cukup luas. Keberadaan Pulau Lusi yang menawarkan pemandangan dengan suasana alam yang masih segar dan asri serta jauh dari kebisingan kota menawarkan suatu potensi besar untuk dapat dijadikan sebagai destinasi wisata baru di Jawa Timur, khususnya di Kabupaten Sidoarjo. Dan apabila potensi wilayah tersebut dikembangkan dan dikelola dengan optimal maka dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat khususnya Kecamatan Jabon.</p>
      <p id="_paragraph-16">Maka dari itu Pemkab Sidoarjo melalui Dinas Pariwisata, Pemuda dan Olahraga (Disparpora) untuk mengoptimalkan potensi wisata tersebut mengajak warga Desa setempat untuk ikut berpartisipasi dalam mengembangkan wisata [3]. Pihaknya membentuk suatu kelompok di Dusun Tlocor, yaitu Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis). Pokdarwis ini terbentuk pada tahun 2017. Pokdarwis merupakan kumpulan individu yang memiliki kesadaran atau kepedulian terhadap potensi alam di daerahnya. Pokdarwis merupakan salah satu bagian dari masyarakat yang memiliki peran dan kontribusi penting dalam pengembangan pariwisata di daerah.</p>
      <p id="_paragraph-17">Dengan adanya Pokdarwis yang dinaungi oleh Badan Usaha Milik Desa (BUMDES) dan peran masyarakat sebagi pemain kunci dalam pembangunan dan pengembangan destinasi wisata di Dusun Tlocor, maka terbentuklah Wisata Bahari Tlocor.</p>
      <p id="_paragraph-18">[4] Penelitian terdahulu yang relevan dengan judul ini adalah <bold id="_bold-8">“Partisipasi Masyarakat Dalam Pengembangan</bold><bold id="_bold-9">Kampung</bold><bold id="_bold-10">Wisata</bold><bold id="_bold-11"> Dago </bold><bold id="_bold-12">P</bold><bold id="_bold-13">ojok</bold><bold id="_bold-14">”</bold>, hasil penelitian yang diperoleh menunjukkan bahwa syarat keikutsertaan yaitu kesempatan, keterampilan dan keinginan terpenuhi. Artinya partisipasi dalam berbagai acara dapat berlangsung dari dalam masyarakat. Berdasarkan jenis partisipasinya, warga mempresentasikan lima jenis partisipasi yang terdiri dari pemikiran, pekerjaan, keterampilan, barang dan uang. Meskipun masih terdapat kesenjangan dalam partisipasi finansial, hal ini disebabkan ketidakmampuan warga untuk berpartisipasi secara finansial dan belum adanya sistem yang mengatur pembiayaan program dana kependudukan.</p>
      <p id="_paragraph-19">[5] Penelitian terdahulu yang relevan dengan judul ini adalah <bold id="_bold-15">“</bold><bold id="_bold-16">Strategi</bold><bold id="_bold-17">Pengembangan</bold><bold id="_bold-18">Eko-Wisata</bold><bold id="_bold-19">berbasis</bold><bold id="_bold-20">masyarakat</bold><bold id="_bold-21"> di </bold><bold id="_bold-22">Kampung</bold><bold id="_bold-23">Wisata</bold><bold id="_bold-24">Rejowinangun</bold><bold id="_bold-25">”</bold>, hasil dalam penelitian ini adalah Partisipasi masyarakat meningkatkan kepercayaan diri dan kemampuan warga negara untuk berpartisipasi dalam pengambilan keputusan yang mempengaruhi masyarakat dan desa. Partisipasi masyarakat dapat menciptakan lingkungan yang kondusif bagi peningkatan potensi lingkungan dan pertumbuhan masyarakat.</p>
      <p id="_paragraph-20">Berdasarkan RF Oshin, IRW Kusuma, dan DA Suryawati<bold id="_bold-26">, </bold>hasil dalam penelitiannya menunjukkan strategi alternatif yang tepat dalam pengembangan tempat wisata di Desa adat Bena, yaitu pengembangan daya tarik wisata melalui penciptaan berbagai daya tarik dan daya tarik wisata baru, serta pelestarian keaslian Desa [6].</p>
      <p id="_paragraph-21">Berdasarkan Kristin Tri Lesatri,hasil dalam penelitiannya yaitu model komunikasi Pokdarwis yang menyebar ke segala arah, dengan orang-orang di semua posisi memungkinkan informasi diberikan dan diterima dari segala arah. Terlihat tak terkecuali Ketua Pokdarwis Pantai Kelapa selalu berkoordinasi dengan seluruh pengelola, pedagang dan pengunjung Pantai Kelapa maupun sebaliknya. Agar tidak ada yang disembunyikan saat mengirim dan menerima pesan ke segala arah, menjadi kepentingan bersama untuk mempromosikan wisata pantai di Kelapa Panyuran dengan mengedepankan dasar-dasar pengunduhan dan adat istiadat setempat [7].</p>
      <p id="_paragraph-22">Berdasarkan Siti Fadlinah, hasil dalam penelitiannya menunjukan penilaian komponen Desa Wisata memiliki modal dasar sebagai unggulan yang masih rendah yaitu 21,2%. Oleh karena itu, diperlukan dengan dukungan masyarakat, pemerintah dan pemangku kepentingan lainnya untuk dapat menyempurnakan standarisasi Desa Wisata dan meningkatkan aspek pengembangan kepariwisataan, sehingga Desa Muara Enim dapat berkembang menjadi Desa Wisata [8].</p>
      <p id="_paragraph-23">Fokus penelitian ini adalah untuk mengetahui pola komunikasi Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) di Dusun Tlocor.</p>
    </sec>
    <sec id="heading-288cc6cafc1e04247d1ed8afc58ed252">
      <title>
        <bold id="bold-1bfdb0be5f16401f17a8e2c37cf31db8">METODE</bold>
      </title>
      <p id="_paragraph-24">Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kulitatif. Menurut Sugiyono, penelitian kualitatif digunakan dalam penelitian objek yang alamiah yang mana seorang peneliti sebagai instrumen kunci [9]. Jenis metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif atau juga bisa dengan teknik <italic id="_italic-52">purposive</italic><italic id="_italic-53"> sampling</italic><italic id="_italic-54">,</italic> yaitu pemilihan informan atau subjek yang diteliti sesuai dengan kriteria kebutuhan peneliti dengan pertimbangan tertentu [10]. Dengan teknik pengumpulan data berupa wawancara kepada anggota Pokdarwis juga dokumentasi berupa foto dan video. Pengumpulan data melalui pengamatan Sanifah Faisal (1990) membagi observasi menjadi tiga kategori: observasi berpartisipasi (participant observation), observasi yang dilakukan secara terbuka dan tersamar (overt dan covert observation), dan observasi tak berstruktur (unstructured observation) [11].</p>
      <p id="_paragraph-25">Lokasi penelitian ini dilakukan di Dusun Tlocor, Desa Kedungpandan, Kecamatan Jabon, Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur. Wawancara dilakukan kepada 10 informan yang tergabung dalam anggota Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis).</p>
    </sec>
    <sec id="heading-f2eb42309129221f8228f8e9cb2560fa">
      <title>
        <bold id="bold-6cebdd806b50dfaaa753159502db74d3">HASIL DAN PEMBAHASAN</bold>
      </title>
      <p id="_paragraph-26">Berdasarkan wawancara yang dilakukan kepada informan anggota Pokdarwis sebagai berikut:</p>
      <table-wrap id="_table-figure-1">
        <label>Table 1</label>
        <caption>
          <p id="_paragraph-27" />
        </caption>
        <table id="_table-1">
          <tbody>
            <tr id="table-row-11559becf882bf7563277fa38c7d4049">
              <td id="table-cell-0eed4b818e3a421f43f4eeeced00791b">No.</td>
              <td id="table-cell-8df45e88aba147d676448756be24d92e">Nama</td>
              <td id="table-cell-7349d56e0d92f8eef4a88a05f7f821f0">Usia</td>
            </tr>
            <tr id="table-row-3371af9fb62b2d9c21b6c80b0ffe56db">
              <td id="table-cell-69c2b79d42ac8da27e3914195e89aa7a">1.</td>
              <td id="table-cell-a32e08ee3b35c32be9130607e7a9ba77">ImamFajar</td>
              <td id="table-cell-5b19231a19c5e60454b25f5ffb3ea5f3">49</td>
            </tr>
            <tr id="table-row-1e64f6a76eceef4bb4ac13e5c603e723">
              <td id="table-cell-01914987753bc6cd862a38cc42fb9bf0">2.</td>
              <td id="table-cell-f589035ec0328612cac7694b933bb6b4">M. Basori</td>
              <td id="table-cell-c6fb65ed4dbfbbfe5ed88fe180156efb">51</td>
            </tr>
            <tr id="table-row-01106e3b0b6bd015d6fa492beac45e6e">
              <td id="table-cell-f15e70dcadab04187516b2e4cebfa1d2">3.</td>
              <td id="table-cell-892f9c865bb32b936c8388b7ea540c26">Said</td>
              <td id="table-cell-539afacecb09301dda0043eeafac1696">50</td>
            </tr>
            <tr id="table-row-24d85fb28ddb83261b90d6aa90d1c455">
              <td id="table-cell-f51f2e53cb1d1d50081d9cb60fa54fb1">4.</td>
              <td id="table-cell-c32eac28541500797afb754bc2c235c3">Agus Supriyanto</td>
              <td id="table-cell-4abfacf1a3cfa9b08bbf80a20ece3c4c">48</td>
            </tr>
            <tr id="table-row-71a82afb373f74e9459fb8a1b3be6cb8">
              <td id="table-cell-69f0e9185d5fa95dd265e5769ad1927d">5.</td>
              <td id="table-cell-e9fafa0d3314119f54e15bfdecf54c4a">Nur Kholis</td>
              <td id="table-cell-1be9d654babf69a3021597b99ec9e1ff">47</td>
            </tr>
            <tr id="table-row-d5b1701c8e031fc0b4bec85d408d9235">
              <td id="table-cell-d890782b5c2e92e2e4f7215df8404a72">6.</td>
              <td id="table-cell-68c33ce4543ae9e6b5411401814edb73">Setiawan Adi</td>
              <td id="table-cell-161ca8dd39aae7387691f2ad835a1e2a">47</td>
            </tr>
            <tr id="table-row-f9797adcd0416a06af5164709104126a">
              <td id="table-cell-1431d5d75ff9c20ad5c1062041a34bfd">7.</td>
              <td id="table-cell-ba39a66c37cff38b4b745d0ddc8acbfb">Joko</td>
              <td id="table-cell-8591c8fb368a09ebb87f1b69b9e66a66">49</td>
            </tr>
            <tr id="table-row-4927398eb1812d1d38d989c399d4f32c">
              <td id="table-cell-9206e8c7923324645c1637b18083ddbe">8.</td>
              <td id="table-cell-2f4b7c4b5264f8fb2d57f0f2bf4f740e">Sigit</td>
              <td id="table-cell-292ecec0e7f9243527eae1ab0a3a4979">51</td>
            </tr>
            <tr id="table-row-b0afb3f425ca85e8f4ed830e0ce6b064">
              <td id="table-cell-828334b54cdfe23917a1845a2b65d399">9.</td>
              <td id="table-cell-2e4fe916faea004de0fc2f17bf5ae6ca">Sunarto</td>
              <td id="table-cell-a4505a93b0335d30d53ec2b3f3d75bd3">50</td>
            </tr>
            <tr id="table-row-1204d506751a24b931a98b9a69d50cda">
              <td id="table-cell-712fd161f36d5c6f1b1fc03be6f51a18">10.</td>
              <td id="table-cell-d6f33627097ae5ec084586ce8f2bdbf0">Sugeng Bagio</td>
              <td id="table-cell-bc3d02ccb72117ea3a0741f39c6c8882">52</td>
            </tr>
          </tbody>
        </table>
      </table-wrap>
      <p id="_paragraph-28">[12] Menjelaskan bahwa Pola Komunikasi yang terbentuk pada Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) adalah melalui inisiasi dari instansi terkait bidang kepariwisataan di daerah(Dinas Pariwisata Provinsi/Dinas Pariwisata Kabupaten/Kota) dengan skema sebagai berikut:</p>
      <list list-type="bullet" id="list-f09ca76215f2ed483882bb561f539858">
        <list-item>
          <p>Dinas Pariwisata Provinsi berkoordinasi dengan Dinas Pariwisata Kabupaten/Kota untuk membentuk Pokdarwis dengan menggerakan masyarakat desa untuk membentuk Pokdarwis, atau Dinas Pariwisata Kabupaten/Kota untuk melakukan inisiatif ke masyarakat di tingkat Desa untuk membentuk Pokdarwis.</p>
        </list-item>
        <list-item>
          <p>Kepala Desa/Lurah mengatur pertemuan masyarakat dengan Dinas Pariwisata untuk membentuk Pokdarwis di wilayahnya.</p>
        </list-item>
      </list>
      <p id="_paragraph-29">Dengan ini dapat disimpulkan bahwa Pola Komunikasi Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) pada masyarakat Dusun Tlocor yaitu menggunakan Pola Komunikasi Linier. Linier di sini memiliki arti langsung yang berarti bergerak dalam garis lurus dari satu titik ke titik lainnya, yang berarti bahwa penyampaian pesan oleh komunikator kepada komunikan sebagai titik akhir. Dalam proses komunikasi ini biasanya terdapat komunikasi personal (tatap muka), namun terkadang juga melakukan komunikasi lewat media [13].</p>
      <p id="_paragraph-30">Pola Komunikasi tersebut dapat juga disebut Pola Komunikasi Bersambung/Rantai (Chain), bersambung atau rantai adalah pola yang menawarkan aliran informasi yang lebih seimbang antar anggota meski dua individu (yang berada di kedua ujung rantai) hanya berinteraksi dengan satu orang lain. Pola ini menganut model hubungan komunikasi garis langsung (komando) tanpa terjadi suatu penyimpangan. Pola komunikasi bersambung ini biasanya berlaku ketika sebuah pekerjaan dalam kelompok lebih bersifat berkelanjutan [14].</p>
      <fig id="figure-panel-607c637112b15abd260355055bf29f25">
        <label>Figure 1</label>
        <caption>
          <title><bold id="bold-0c55f43c99ac5f3651fc96d6644a0b95"/> Pola Komunikasi Bersambung/Rantai (Chain)</title>
          <p id="paragraph-c29b730793f0c20a888993fb7d129e57" />
        </caption>
        <graphic id="graphic-af90f894a0f523e2502349c6a507fc32" mimetype="image" mime-subtype="jpeg" xlink:href="POLA.jpg" />
      </fig>
      <p id="_paragraph-32">Syarat umum untuk menjadi anggota Pokdarwis adalah sebagai berikut:</p>
      <list list-type="bullet" id="list-e0257a41900944848b8654c1b7e48879">
        <list-item>
          <p>Bersifat sukarela.</p>
        </list-item>
        <list-item>
          <p>Berkomitmen terhadap pengembangan pariwisata.</p>
        </list-item>
        <list-item>
          <p>Masyarakat yang tinggal di sekitar daerah tujuan wisata dan tertarik dengan wisata.</p>
        </list-item>
        <list-item>
          <p>Memiliki mata pencaharian atau pekerjaan yang berkaitan dengan kebutuhan wisatawan, baik secara langsung maupun tidak langsung melalui penyediaan barang atau jasa.</p>
        </list-item>
        <list-item>
          <p>Jumlah anggota Pokdarwis minimal 15 orang.</p>
        </list-item>
      </list>
      <p id="_paragraph-33">Kepungurusan Pokdarwis terdiri atas <bold id="_bold-29"><italic id="_italic-55">Pembina,</italic></bold><bold id="_bold-30"><italic id="_italic-56">.</italic></bold><bold id="_bold-31"><italic id="_italic-57">Penasehat,</italic></bold><bold id="_bold-32"><italic id="_italic-58">.</italic></bold><bold id="_bold-33"><italic id="_italic-59">Pimpinan,</italic></bold><bold id="_bold-34"><italic id="_italic-60">.</italic></bold><bold id="_bold-35"><italic id="_italic-61">Sekretariat, Anggota,</italic></bold><bold id="_bold-36"><italic id="_italic-62">.</italic></bold><bold id="_bold-37"><italic id="_italic-63">dan</italic></bold><bold id="_bold-38"><italic id="_italic-64">.</italic></bold><bold id="_bold-39"><italic id="_italic-65">Seksi-seksi</italic></bold>, antara lain: Keamanan dan Ketertiban, Kebersihan dan Keindahan, Daya Tarik Wisata dan Kenangan, Hubungan Masyarakat dan Pengembangan Sumber Daya Manusia, Pengembangan Usaha. Besar kecilnya organisasi Pokdarwis ditentukan oleh jumlah anggota.</p>
      <p id="_paragraph-34">Pokdarwis dengan jumlah anggota yang besar dapat dilengkapi dengan:</p>
      <list list-type="bullet" id="list-53f524fcef9c6630c498669793b01414">
        <list-item>
          <p>Beberapa seksi yang bertugas menangani bidang kegiatan yang lain.</p>
        </list-item>
        <list-item>
          <p>Acuan dan aturan anggota dalam bentuk Anggaran Dasar/Anggaran Rumah Tangga (AD/ART).</p>
        </list-item>
      </list>
      <p id="_paragraph-35">Pokdarwis dengan jumlah anggota yang relatif kecil dapat dilengkapi dengan hanya dua seksi atau tanpa seksi-seksi dan tanpa Anggaran Dasar/Anggaran Rumah Tangga (AD/ART).</p>
      <p id="_paragraph-36">Di bawah ini adalah uraian tentang unsur-unsur dari masing-masing pengurus Pokdarwis:</p>
      <p id="paragraph-f69e0ee9def29082a81c40a872092c86">
        <bold id="bold-03f685e61700cac12317331fb23767d1">1. Pembina</bold>
      </p>
      <p id="_paragraph-37">Unsur Pembina dapat dibagi dalam 2 jenis, yaitu Pembina Langsung dan Pembina Tidak Langsung.</p>
      <list list-type="bullet" id="list-b396cd610b57ba6b0b084386894d1273">
        <list-item>
          <p>Unsur Pembina Langsung Pokdarwis adalah Pembina di tingkat Lokal/Daerah yaitu: Pemerintah Daerah Dinas Kabupaten/Kota yang bertnggung jawab di bidang pariwisata.</p>
        </list-item>
        <list-item>
          <p>Unsur Pembina Tidak Langsung adalah Pembina di tingkat Pusat yaitu: Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Direktorat Jenderal Pengembangan Destinasi Pariwisata, Direktorat Pemberdayaan Masyarakat dan atau Dinas di tingkat Provinsi yang bertanggung jawab di bidang pariwisata.</p>
        </list-item>
      </list>
      <p id="paragraph-c607662ebbd8dac3d84b20cbdf96fdb1">
        <bold id="bold-82ed763a0379eeb16738601e5e883c21">2. Penasehat</bold>
      </p>
      <p id="_paragraph-38">Penasehat dapat dipilih dan ditunjuk dari tokoh masyarakat setempat yang dipandang mampu dan dapat menjadi panutan.</p>
      <p id="paragraph-e6f5c7211ce0f73623be5e3312ee6da8">
        <bold id="bold-eb5d49b11ee8e367039f095f6e0b7976">3. Pimpinan</bold>
      </p>
      <p id="_paragraph-39">Unsur pimpinan terdiri dari <bold id="_bold-40"><italic id="_italic-66">Ketua, Wakil Ketua, Sekretaris, Bendahara.</italic></bold></p>
      <p id="_paragraph-40">Seorang pimpinan Pokdarwis diutamakan seseorang yang memiliki kesadaran untuk memajukan dan mengembangkan pariwisata di daerahnya, membangkitkan kesadaran masyarakat terhadap pariwisata dan berpartisipasi melaksanakan Sapta Pesona dalam kehidupan sehari-hari. Pemimpin dipilih dari para anggota itu sendiri atau yang ditunjuk oleh anggota.</p>
      <p id="paragraph-3ac92916fe06e9ad7b53106b8bdc3907">
        <bold id="bold-e1f6c53bb9deea124f7ca3d010726fe4">4. Sekretariat</bold>
      </p>
      <p id="_paragraph-41">Setiap Pokdarwis memiliki ruang sekretariat yang berfungsi sebagai tempat kesekretariatan dan tempat pertemuan para anggota. Sekretariat Pokdarwis mencatat/memdokumentasikan setiap kegiatan organisasinya.</p>
      <p id="paragraph-b1ad4adf630d98d8d70aeaed84691f89">
        <bold id="bold-b9042a59b0ea29c92d23dd3e95b290d5">5. Anggota</bold>
      </p>
      <p id="_paragraph-42">Terdiri dari anggota masyarakat yang tinggal di sekitar destinasi wisata dan bersedia menjadi relawan sebagai anggotanya.</p>
      <p id="paragraph-575890a4f2b4e2226378d46859647269">
        <bold id="_bold-50">6. Seksi-seksi</bold>
      </p>
      <p id="_paragraph-43">Setiap seksi Pokdarwis terdiri dari ketua/koordinator yang didukung oleh beberapa anggota Pokdarwis lainnya.</p>
      <p id="_paragraph-44">Seksi-seksi yang dapat dibentuk meliputi:</p>
      <p id="paragraph-b5f7104af876462fc6f8639730268036">
        <bold id="bold-7053e3a9a9d36ce0a9d48c0dff1a602c">a.  Keamanan dan Ketertiban </bold>
      </p>
      <p id="_paragraph-45">Merupakan seksi yang bertanggung jawab untuk menciptakan kondisi yang aman dan tertib disekitar lokasi/destinasi wisata.</p>
      <p id="paragraph-913b2da723a428412fc533afeab752a4">
        <bold id="bold-f2d2f01f6f1dc4f4b173557e322c9427">b.  Kebersihan dan Keindahan </bold>
      </p>
      <p id="_paragraph-46">Merupakan seksi yang bertanggung jawab bagi terciptanya kondisi yang bersih dan asri disekitar lokasi/destinasi wisata.</p>
      <p id="paragraph-58125d6063a87261a0227e53a765aa09">
        <bold id="bold-9be5247e82ddc0789f1bf2e846c8c04f">c.  Daya Tarik Wisata dan Kenangan </bold>
      </p>
      <p id="_paragraph-47">Merupakan seksi yang bertanggung jawab untuk mengembangkan berbagai potensi sumber daya wisata dan ciri khas/keunikan lokal sebagai daya tarik dan unsur tempat yang tidak terlupakan.</p>
      <p id="paragraph-4fc5bb9cef5ef33a8897c67e356a8b62">
        <bold id="bold-f11b9685e269be28f0f0db5a24d89217">d. Hubungan Masyarakat dan Pengembangan Sumber Daya Manusia </bold>
      </p>
      <p id="_paragraph-48">Merupakan seksi yang bertanggung jawab untuk menyebarluaskan informasi tentang potensi wisata daerah serta kegiatan Pokdarwis dan pengembangan kualitas anggota Pokdarwis.</p>
      <p id="paragraph-33d9643e342a7a893b28a21755dca18e">
        <bold id="bold-8b3c69f1e4c3d614e5ee20831d0249d7">e. Pengembangan Usaha </bold>
      </p>
      <p id="_paragraph-49">Merupakan seksi yang bertanggung jawab untuk menjalin kerjasama dan kemitraan dengan berbagai pihak terkait dalam mengembangkan usaha Pokdarwis.</p>
      <p id="_paragraph-50">Struktur Organisasi Pokdarwis dapat di gambarkan seperti berikut:</p>
      <fig id="figure-panel-512d18946549901e5b1c713107914a0a">
        <label>Figure 2</label>
        <caption>
          <title>Struktur Organisasi Pokdarwis</title>
          <p id="paragraph-c7d921423a8197e404624e6a9f036a65" />
        </caption>
        <graphic id="graphic-527c57757222292afdccf3363317830a" mimetype="image" mime-subtype="jpeg" xlink:href="STRUKTUR.jpg" />
      </fig>
      <p id="_paragraph-52">Struktur Organisasi Pokdarwis terstruktur, cara kerja atau struktur yang cenderung tetap seorang individu atau kelompok dalam berkomunikasi akan terdapat suatu sistem dan langkah kerja yang mirip satu sama lain yang membentuk pola yang serupa [15].</p>
    </sec>
    <sec id="heading-96948e855dfd848262c5f72c556a8ce4">
      <title>
        <bold id="bold-8d8006b94e89bcfe4f9dba147bbdf4df">SIMPULAN</bold>
      </title>
      <p id="_paragraph-53">Berdasarkan Pola Komunikasi Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) yang terjadi yaitu peran dan partisipasi masyarakat sangat penting dalam membantu lembaga untuk membentuk, mengelola dan mengembangkan Pokdarwis guna mencapai terbentuknya destinasi wisata baru di Kabupaten Sidoarjo.</p>
    </sec>
  </body>
  <back />
</article>